Kenali Tipe-tipe Skoliosis yang Sering Dialami Penderita Usia Dewasa

  • Whatsapp

Sejumlah penelitian telah mengungkapkan bahwa skoliosis atau kondisi kelengkungan tulang belakang lebih umum dijumpai pada anak-anak. Akan tetapi, bukan berarti risikonya pada orang dewasa tak ada. Banyak orang yang mendapati tulang belakang mereka menderita kondisi tersebut setelah melewati fase remaja. Akibatnya, mereka harus mendapatkan tindakan serius dari dokter atau menjalani terapi di klinik terapi tulang belakang.

Read More

Skoliosis pada orang dewasa bisa terjadi karena merupakan kondisi bawaan dari masa kanak-kanak dan remaja atau pun merupakan keadaan baru. Berikut beberapa kondisi tulang belakang yang mengancam Anda yang sudah berusia matang.

  • Congenital scoliosis

Skoliosis kongenital atau congeital scoliosis merupakan tipe skoliosis yang penyebabnya sudah diketahui sejak awal dan jarang ditemui.. Dilansir pada laman Scoliosis Reduction Center, skoliosis kongenital termasuk jenis kelainan tulang belakang sejak lahir. Kondisi ini umumnya dikarenakan kelainan pada pertumbuhan tulang belakang ketika masih dalam kandungan. Contohnya terdapat beberapa bagian tulang belakang yang hanya terbentuk sebagian. Kebanyakan bentuk tulang belakang pada skoliosis kongenital bisa melengkung maupun miring.

  • Neuromuscular scoliosis

Selanjutnya, ada skoliosis neuromuskuler atau neuromuscular scoliosis yang merupakan tipe skoliosis dengan kelainan tulang melengkung ke samping. Umumnya diakibatkan gangguan pada otot yang menyokong tulang belakang. Dalam sejumlah contoh, gangguan tersebut akan berakhir pada kelainan tulang belakang seperti sindrom Marfan, palsi serebral, distrofi otot, hingga spina bfida. Pada kebanyakan kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki keadaan tulang belakang.

  • Kifosis Scheuermann

Kifosis merujuk pada istilah kelainan tulang belakang yang disebabkan lengkungan abnormal yang mengarah ke depan atau pembungkukan. Tipe skoliosis ini ini kebanyakan terjadi pada anak laki-laki dan dipicu adanya perbedaan laju pertumbuhan pada bagian depan dan belakang dari tulang belakang. Gejalan kelainan ini biasanya mulai terlihat pada masa remaja.. Jika dibiarkan sampai dewasa, kifosis Scheuermann akan menyebabkan penumpukan tulang belakang yang tak rapi dan melengkung ke depan.

  • Syndromic scoliosis

Berbeda dari tipe-tipe sebelumnya, syndromic scoliosis diakibatkan sindrom tertentu atau munculnya kumpulan gejala secara bersamaan. Penderita skoliosis yang mempunyai kondisi ini umumnya sudah diketahui memiliki risiko skoliosis, terutama kalau berkaitan dengan masalah jaringan ikat tubuh. Adapun sindrom-sindrom yang berisiko memicu syndromic scoliosis, antara lain sindrom Ehlers-Danlos, sindrom Marfan, sindrom Down, sindrom Rett, Sindrom Beale, dan sindrom Prader-Willi.

  • Adult de novo

Berbeda dengan tipe skolisosis lainnya, tipe skoliosis ini tak dijumpai pada anak-anak Dikutip dari situs Scoliosis Reduction, adult de novo umum disebabkan adanya perubahan degeneratif tulang belakang seiring bertambahnya usia penderitaAdult de novo pun dibagi menjadi empat jenis, yakni degeneratif, idiopatik, traumatis, serta patologis.

Dengan mengetahui tipe-tipe skoliosis yang diderita orang dewasa, Anda diharapkan dapat mengambil tindakan yang sesuai. Entah dengan berkonsultasi ke rumah sakit atau menjalani terapi di klinik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *